Saturday, 22 April 2017

fb h

Suapan Berita

*Hakikat Mencapai Maqam Zikir Nafas dan menetapkan iktiqad dan tauhid serta makrifatullah*
Menjabarkan Rahasia NAFAS , Rahasia Kaitan Nafas dengan Roh - Rahasia Roh dengan Nyawa - Roh Dengan Hayat Dari Allah - Rahasia Nafas dan Perjalanan Roh. Kaedah Menggunakan Al Quran , Sunah [ Hadist AL Qudsi - Hadist Sohih Nabi SalaAllahu Alaihi Wasalam].
Mengenali Rahasia Diri dan Pernafasan melalui ILMU,TEKNIK PERNAFASAN & TAFAKUR. "Membina kekuatan Emosi , Spiritual , jiwa, mental dan Pengharmonian dan penyembuhan Mutlak secara Menyeluruh penyakit zahir dan batin"
Firman Allah s.w.t"Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu (bersama dan melindungi hambaNya)..."(al-Baqarah:152)
Kita semua kenal cara berzikir kepada Allah , Tetapi bagaimana bisa kita mengetahui Bahwa Allah Mengingat kita seperti Janji Allah dalam Surah dan ayat di atas. Jika tidak tahu , kita akan rasa letih , bosan , dan tidak menemui kemanisan , kenikmatan dalam berzikir karena hakikatnya hanya " ONE WAY " saja. Bukan Two way.
Tenaga , Amalan , Niat , Hajat, berzikir adalah tenaga dari Illahi, ia mempunyai cahaya yang datang dari alam Lahut - Alam Rabbaniyah. Aura dan Cahaya Energi zikir akan menyucikan diri dari segala kotoran pada Minda dan qalbi secara bertahap sehingga Qalbu nya akan mengeluarkan cahaya alam Lahut yang tertutup dan terhijab selama ini disebabkan keruhnya dan kotornya perjalanan hidup. Cahaya yang di maksud adalah Cahaya dari Allah yang mengeluarkan Hamba Nya yang berzikir. Cahaya ini akan bersinar dan meningkatkan frekuensi cahaya pada qalbu dan seterusnya mengeluarkan segala AURA , Kebangkitan , Semangat Kerohanian, tenaga yang tinggi pada jiwa , menggantikannya dari sifat (mazmumah) ke Qalbu bersifat Radhiyah dan Muthmainah. Ia juga akan bergerak menguatkan Ruh Sultani yaitu cahaya akal sehingga akalnya mempunyai daya ketahanan yang kuat, berfikir tajam dan kreatif.
Zikir NAFAS yang digabungkan dengan teknik pernafasan ISMUL DZAT - ISMUL AZHOM yang betul, atau disebut oleh ahli Muqarabun sebagai zikir nafas, akan memberikan kesan yang lebih hebat. Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazhumah) dan membina semangat Rohani yang tinggi ini telah di buktikan dan di tulis sebagai testimony oleh banyak peserta program TEKNIK ZIKIR NAFAS kami.
Banyak faedah dari aspek fisik dan rohani yang dapat dicapai dengan cara pernafasan yang benar, pernafasan secara fisikal membawa kebaikan kepada jantung , sistem pernafasan dan pernafasan secara rohaniah membawa kebaikan kepada Minda , Qalbu dan Jiwa secara menyeluruh.Pernafasan yang benar akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesehatan manusia. Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang mudah terserang berbagai penyakit. Zikir Nafas juga dapat menjaga dari gangguan halus semacam sihir ataupun jin.
(Zikir Nafas)
Makhluk hidup pasti mempunyai nafas, melihat, mendengar, merasa dan ini semua termasuk di dalam Sifat al hayat dan Sifat Tubuh yang bernyawa. Seorang insan bisa hidup tanpa mata, telinga, tangan dan anggota tubuh yang lain tetapi kita tidak bisa hidup tanpa nafas. Kita boleh berjalan, berkata-kata dan melakukan apa saja, ini semua berlaku karena qodrat dan iradat Allah. Memahami Qodrat dan Iradat Allah wajib di fahami melalui TAKLUK dari SIfat Maani
Sifat Takluk Thatheera
Sifat Takluk Inkhisafiyah
Sifat Takluk Dalilah
Ketahuilah bahwa nafas berada di dalam qodrat dan iradat Allah. Insan yang berakal wajib mengenal Allah dan Maha Pencipta dengan Penyerahan Nafas ini setiap saat kepada Allah. Jika tidak, kita belum lagi mengenal Allah dengan secara hakiki dan juga secara konsisten.
Dari mana datangnya Nafas? Dengan cara apa datangnya Nafas ini ke dalam diri kita dan juga kedalam setiap daun , setiap semut , dan juga kedalam setiap mahkluk yang hidup dan di semua alam?
Untuk mengetahuinya kita harus kembali pada asal kejadian kita yaitu diantara pertalian ibu dan anaknya. Mulai terjadi benih diperut ibu pada bagian PUSAT. Di situlah mulainya nafas dan dari situ mulailah benih itu membesar menjadi anggota tubuh yang sempurna.Dimanakah letaknya rahasia pengenalan diri kita yang sebenarnya di alam fisikal ini?
Untuk mencapai kemaqam tersebut ada 5 tahap atau latihan yang perlu kita lakukan.
- Menfanakan diri (mematikan diri)
- Mengenal Diri Asal - Mengenal Diri Di Alam Fanaa ini
- Menyamakan diri dalam afal Allah (perbuatan Allah)
- Menyamakan diri dalam ilmu Allah (pengetahuan Allah)
Pengetahuan Allah amat luas dan tidak terbatas.
Kalau Dia tidak berpengetahuan, mungkinkah terjadi segala sesuatu ini? Tentu tidak akan terjadi.Mustahil kalau Allah itu TIDAK MAHA BIJAKSANA .Adapun pengetahuan manusia makhluk tetap terbatas dan penuh dengan kejahilan dan segala pengetahuan yang ada pada Insan hanya setetes dalam lautan ILMU dan segala ILMU yang wujud atau yang termaktub dalam Lauhul Mahfuz adalah setetes dalam ILMU Khazanah Robbul Alamin. Allah Yang Maha Ada, justru Dialah yang mencipta akal dan pengetahuan dan seluruh semesta. Seluruh Akal dan lautan intelektual disisi Allah seperti sebutir pasir saja. Begitu Mulia , Agung , Besar Nya Allah dan MAHA TINGGI dalam segala aspek.
Dan kunci/pokoknya amalan ini ialah: La haulawala quwwata illabillahi aliyyil azhim
Tahap Pertama
Matilah sebelum kamu di matikan.Janganlah kamu hidup seperti orang yang bodoh , bangkai yang berjalan , tanpa menyadari Hayat dan Kekuatan itu segala nya adalah Kepunyaan Allah dengan Mutlak.Allah tidak pernah dan tidak akan mengkongsikan kekuatan Nya atau sifat Nya dengan siapapundi alam ini baik di alam fana atau di alam baqaa.
Tahap Kedua
Mengiktikadkan Bahwa semua kuasa dan qodrat yang terdapat di dalam diri dan di luar diri bukan milik kita tetapi Qodrat Allah [ Mengiktikadkan Tauhid - Bukan dengan Hululiyyah - Tasbih Munsah - Itihad tetapi Tauhid yang iktikadkan dalam Al Quran dan Hadis Sohih Nabi Muhammad SalaAllahu Alaihi Wasalam.] Kembali pada pokoknya La halauwala quwata illabillahi aliyil azhim. Bahwasanya apa saja gerakan yang berlaku pada diri kita, bukan lagi gerakan kita tapi adalah qudrat dan iradat Allah.
Tahap 3
Mengenali melalui ILMU Tauhid dan ILMU Marifat dengan pengenalan bahwa segala ILMU yang wujud dalam diri kita adalah pemberian dari Allah. (LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL-ALIYYIL AZHIM) Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan(daya dan kekuatan) Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
Hadis Rasulullah Sala Allahu Aalaihi Wasalam
LA TATAHARRAKU DZARRATUN ILLA BI IDZNILLAHI.
Tidak bergerak satu zarrah juapun melainkan atas izin Allah.
Untuk mencapai tahap yang sempurna harus perbanyakanlah kita BERZIKIR NAFAS dan berlatih dalam Mengenal Allah dengan TAUHID Yang Benar dari padangan Wali-Wali Allah , karena semakin kita dekat dengan Allah semakin tinggi penyerahan diri ini kepada NYA.Keluarkanlah segala sifat -sifat negatif , tinggalkan pikiran negatif dan jangan berkomunikasi dengan syaitan dan nafsu , walaupun sesaat. Tinggalkanlah sifat sombong, riya, takabur, hasut, dengki di dalam diri kita karena itu adalah sifat-sifat syaitan. Serahkan segala-galanya pada Allah karena kita adalah manusia yang lemah yang tiada daya dan kekuatan.
Lihatlah kedalam mulut bayi yang didalam buaian ...
Dan kita renungkan kembali hadis Nabi s.a.w....
''TUNTUTLAH ILMU SEPERTIMANA BAYI DALAM BUAIAN''
''BARANGSIAPA DIDALAM TARIKAN DAN HEMBUSAN NAFASNYA TIDAK MENGINGATI ALLAH (ZIKRULLAH), ADALAH IA SIA-SIA.''
Saidina Ali kwjh bertanya kepada Rasulullah bagaimana aku nak hampir dengan Allah ya Rasulullah. Rasulullah menjawab mari dekat dengan aku ya Ali hingga bertemu lutut. Pejamkan mata mu, Tongkat kan lidah mu ke langit2, sebutlah nama Allah sebanyak2 nya dalam qalbi.. .hati.
Semasa bayi lagi kita sudahpun melakukan "TONGKAT LIDAH KELANGIT-LANGIT"
Lihatlah kepada cara bayi bernafas dan cuba bandingkan dengan cara kita bernafas, ada perbezaan atau tidak..
Pernafasan bayi adalah cara bernafas yang asal, setelah dewasa kita sudah melupakan cara pernafasan asal ini, tentu disini ada hikmahnya untuk diambil pelajaran didalam kita menuju kembali kepada Allah...
Sebab itu pentingnya kita belajar semula cara pernafasan dari bayi yang didalam buaian ... Lihatlah bagaimana bayi bernafas, inilah cara pernafasan asal yang tidak boleh ditinggalkan...
Apabila sudah bernafas sepertimana pernafasan asal, dengan sendirinya akan berlakunya zikir nafas ...
Rahsia bernafas dengan cara yang betul iaitu dengan menggunakan pernafasan asal sepertimana bayi didalam buaian bernafas (bila tarik nafas perut kembung, semasa melepaskan nafas perut kempis) ialah diketika menarik nafas sehinggalah tidak tertarik lagi sedang berlaku "laa maujudun, laa haiyun, laa 'alimun, laa khodirun, laa muridun, laa basirun, laa sami'unn, laa mutakallimun bil haqqi illallah..."
Syarat utama ialah kita mesti kembali menggunakan pernafasan asal sepertimana bayi bernafas, manakala zikir nafas diketika menarik nafas ini pula ialah Huu (bukan yang diucapkan samada dengan mulut atau dengan hati, tetapi perbuatan menarik nafas itu sendiri membawa maksud nafas sedang berzikir dengan kalimah Huu (yang tiada berhuruf, tiada bersuara dan tiada kata-kata yang perlu dilafazkan).
*Tujuh Martabat Dzikir*
Ketujuh martabat dzikir itu sebagai berikut:
1. Dzikir thawaf, yaitu dzikir dengan memutar kepala, mulai dari bahu kiri menuju bahu kanan, dengan mengucapkan laa ilaha sambil menahan nafas. Setelah sampai di bahu kanan, nafas ditarik lalu mengucapkan illallah yang dipukulkan ke dalam hati sanubari yang letaknya kira-kira dua jari di bawah susu kiri, tempat bersarangnya nafsu lawwamah.
2. Dzikir nafi itsbat, yaitu dzikir dengan laa ilaha illallah, dengan lebih mengeraskan suara nafi-nya, laa ilaha, berbanding itsbat-nya, illallah, yang diucapkan seperti memasukkan suara ke dalam yang Empu-Nya Asma Allah.
3. Dzikir itsbat faqat, yaitu berdzikir dengan Illallah, Illallah, Illallah, yang dihunjamkan ke dalam hati sanubari.
4. Dzikir Ismu Dzat, dzikir dengan Allah, Allah, Allah, yang dihunjamkan ke tengah-tengah dada, tempat bersemayamnya ruh yang menandai adanya hidup dan kehidupan manusia.
5. Dzikir Taraqqi, yaitu dzikir Allah-Hu, Allah-Hu. Dzikir Allah diambil dari dalam dada dan Hu dimasukkan ke dalam bait al-makmur (otak, tempat akal). Dzikir ini dilakukan agar fikiran selalu tersinari oleh Cahaya Ilahi.
6. Dzikir Tanazul, yaitu dzikir Hu-Allah, Hu-Allah. Dzikir Hu diambil dari bait al-makmur, dan Allah dimasukkan ke dalam dada. Dzikir ini bertujuan agar seorang salik sentiasa memiliki kesedaran yang tinggi sebagai insan Cahaya Ilahi.
7. Dzikir Isim Ghaib, yaitu dzikir Hu, Hu, Hu dengan mata dipejamkan dan mulut ditutupkan kemudian diarahkan tepat ke tengah-tengah dada menuju ke arah kedalaman rasa.
............................
Zikir Hu Allah, itu yang paling dalam lagi mendalam sampai ketinggian martabat Zat Ahadiyyat, tiada huruf dan suara.
Zikir Allah Hu, Zat Allah itu ada dalam segala sesuatu atau ain bagi segala haqiqat.
Zikir HuAllahu, Allah meliputi segala-galanya.
Ada tercatat di dalam kitab ahli ma'rifat terdahulu, ada zikir yang lebih halus dan tinggi lagi dari Zikir Hu, iaitu;
'Zikir Ah' - Lam Awal dan Lam Akhir luput dalam huruf ALLAH.
-5:21
SukaTunjukkan lagi reaksi
Komen
Komen
John Irwan Same la kite...... Ya tuhanku , engkau yg ku maksud , redha kau yg ku tuntut....
Pesona Algebra syukur kehadrat illahi..tima kasih shabat.sharing yg dpt memahamkan saya sdikit sbyak.semoga allah merahmati kamu didunia dan akhirat#..salam kasih sayang..#
Shahril Lord Kidon Setiap saat setiap ketika ...setiap masa......hanyalah Allah yg Maha Berkuasa atas segala galanya.....Aamiin....k...terima kasih ...daun keladi ada yg diberi ...curahkan lagi......selamat ...encik...
Umbiey Umbrie Assalamualaikum tuan guru,,sy mahu bertanya ttng zikir tampa tasbih dan dan zikir tampa henti,dan zikir masuk dn keluar di manakah dia,,,di manakah letak nya pakain berjubah putih dan serban putih,,maaf la jika soalan salah dari ilmu tuan guru,,,sy hnya mahu penjelasan dari tuan guru
SukaBalasan10 jam
Wan Khairul Hisham Wsr Untuk apa ilmu tu?nk bermegah2 dgn apa yg masing tahu.Hkikt tk payah blajar..tahu sndri.Berdiri dgn sndri.😂😂😂
SukaBalasan24 jamDisunting
Mohd Hakim Pemberian Allah pd makhluk ciptaannya tak sama.. Jgn dop pk sgt..nanti celaru.. 
SukaBalasan3 jam
SukaBalasan3 jam
Abdul Rashid Acid Makhluk hanya menyampai ...yg memahamkannya ialah ALLAH ...adakala Allah memberitahu melalui lidah manusia ...ia umpama buku hadis yg bersuara ...dengarlah ...ada kebaikkan didalam adab ...cuma suara baby tu mganggu betul ...tu yg sunnah belajar dimasjid ...hehe
SukaBalasan2 jam
Shahril Lord Kidon Uuiit lama dah post ni yerr 
Lebih setahun dah umurnya
SukaBalasan2 jam

No comments:

Post a Comment