Sunday, 24 September 2017

KE MANA KEMBALI NYA KITA

KE MANA KEMBALI NYA KITA
Berkata selanjutnya Syeikh Hamzah Al-Fansuri dalam KITAB ULIL AMRI karangan beliau :
ROH itu NYAWA dan bila mana Nyawa itu berpisah dengan Jasad, maka matilah Jasad ( pada namanya ).
Apabila Roh dapat KEMBALI SEMULA kepada Jasadnya, maka Jasad akan GHAIB.
Sebaliknya, Roh yang TIDAK DAPAT PULANG ke dalam Jasad akan BERKELIARAN di bumi ini. Roh ini menanti perintah hukuman Allah.
Oleh sebab kebijaksanaan Allah, maka Roh ini akan DIBERI LAGI SIFAT mengikut KELAKUAN semasa hidupnya sebagai manusia dahulu.
Kalau dahulu ia suka MELAGA-LAGAKAN ORANG, maka Allah memasukkan nya ke dalam SARUNG BINATANG seperti kambing contohnya. Jumpa sahaja kambing lain ia akan BERLAWAN HANTUK KEPALA sehingga Roh di dalam kambing itu MERAUNG KESAKITAN.
Inilah salah satu CONTOH yang dapat diberikan sebagai PANDUAN kenapa kambing suka BERLAGA KEPALA?
Ini adalah JALAN PENAMAT bagi manusia yang TIDAK MENGETAHUI cara bagaimana hendak MENGEMBALIKAN NYAWA SEMULA ke tempatnya, iaitu ke dalam DIRI MANUSIA itu sendiri.
Sebagai mana firman Allah Taala dalam Surah Al-A'raf ayat 25 :
Allah berfirman lagi : " Di bumi ini kamu hidup dan di bumi ini juga kamu akan dikeluarkan ( dibangkitkan hidup semula pada hari kiamat ). "
Inilah dalilnya bahawa manusia yang MATI akan DIHIDUPKAN SEMULA di muka bumi ini. Sebagai mana firman Allah Taala dalam Surah Al-Waqi'ah ayat 87 :
" Kamu boleh mengembalikan Roh ( Nyawa ) itu ( kepada keadaan sebelumnya / ke tempat asalnya ) jika kamu orang yang benar ? "
SYURGA hanya kalau manusia DAPAT KEMBALI ke dalam Jasad manusia ,
Namun kalau dapat KEMBALIKAN DIRI SENDIRI kepada ZAT, maka inilah KEBESARAN, KEMULIAAN dan KESEMPURNAAN YANG HAQ.

papa ku balik dari kota


Jap². Wa kliru ni. PM Najib ni bukan Bapa Pembangunan Amerika ke? Ke Bapa Pngangkutan Dana Awam? Bukan dia Bapa Tiri Riza ke? Mana satu ni?
Kuala Lumpur - "Masyarakat India tidak patut terperangkap sekali lagi kepada janji manis atau pujukan pembangkang. Pembangkang tidak boleh dipercayai dan tidak…
KUALALUMPURPOST.NET
SukaTunjukkan lagi reaksi
Komen
Komen
3 daripada 51
Zainal Ab Ghani Bapa cuci mangkok janda
SukaTunjukkan lagi reaksi
Balasan12 min
Keluarkan
SukaTunjukkan lagi reaksi
Balasan5 min
Keluarkan
SukaTunjukkan lagi reaksi
Balasan
1
5 min
Keluarkan

HIDAYAH DATANG DARI ALLAH

HIDAYAH DATANG DARI ALLAH
Merenung kisah seorang sufi
bernama " Atabul Ghulam " yang
pada mulanya dianggap " fasik "
kerana banyak terlibat dengan jenayah
dan segala macam kekejaman yang
dilakukan ...
Atabul Ghulam sangat ditakuti oleh
masyarakat atas kekejaman nya itu
dan pada suatu hari semasa beliau
lalu dekat suatu majlis dia terdengar
seorang syeikh berkata :
" setiap dosa akan diampunkan walau
sebesar dosa seperti Atabul Ghulam "
Alangkah terkejutnya Atabul Ghulam
mendengar kata - kata syeikh itu !
dalam hatinya dia berkata :
" rupanya sungguh zalim aku ini
sehingga diri ku menjadi bualan
di suatu majlis "
Dengan rahmat Allah serta merta
jiwanya menjadi lembut dan
beroleh kesedaran , Atabul Ghulam
lalu bertaubat dengan sepenuh hati
( TAUBAT ITU ADA DUA , TAUBAT
ORANG AWAM DAN ARIFBILLAH ,
ORANG AWAM BERTAUBAT DARI
SEGALA DOSA , DAN ARIFBILLAH
PULA BERTAUBAT DENGAN BERSERAH
DIRI , MELENYAPKAN KEAKUAN SEHINGGA
YANG NYATA / YANG ADA HANYA ALLAH )
Allah yang memberi hidayah dan akhirnya
Allah swt juga yang mengangkat beliau
menjadi wali Allah yang terkenal di langit
dan di bumi
Sahabat ..,
dari kisah di atas maka faham lah kita :
WALAU PUN DOSA KITA BANYAK
UMPAMA BUIH DI LAUTAN SEKALI PUN ,,,
NAMUN JANGAN LUPA SAHABAT KU
BAHAWA PENGAMPUNAN ALLAH ITU
SELUAS LANGIT TERBENTANG ...
Firman Allah :
" jangan lah kamu berputus asa dari
rahmat Allah , sesungguhnya
orang - orang yang berputus asa dari
rahmat Allah adalah orang - orang
yang sesat "
Kalam oleh sahabat yang dikasihi
Tuan Qalbu Mukmin Baitullah

WALI ALLAH

SEDIKIT MENGENAI WALI ALLAH
Dalam setiap 40 orang yang berdoa, kalau seorang daripadanya itu Wali Allah, insyaAllah akan makbul doa itu. Wali Allah ini tersembunyi dalam kalangan kita, dia takkan mengaku dia seorang Wali, kalau jumpa orang mengaku wali itu, dah terang-terang dia itu penipu!
1. Jika melihat mereka, akan mengingatkan kita kepada Allah s.w.t.
Dari Amru Ibnul Jammuh ra, katanya:
“Ia pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu, wali-waliKu adalah orang-orang yang Aku sayangi. Mereka selalu mengingatiKu dan Aku pun mengingai mereka.”
Dari Said ra, ia berkata:
“Ketika Rasulullah saw ditanya: “Siapa wali-wali Allah?” Maka beliau bersabda: “Wali-wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkan kita kepada Allah.”
2. Jika mereka tiada, tidak pernah orang mencarinya.
Dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khattab, katanya:
“Pada suatu kali Umar mendatangi tempat Mu’adz ibnu Jabal ra, kebetulan ia sedang menangis, maka Umar berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Mu’adz?” Kata Mu’adz: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa yang suka menyembunyikan diri, jika mereka tidak ada, maka tidak ada yang mencarinya, dan jika mereka hadir, maka mereka tidak dikenal. Mereka adalah para imam petunjuk dan para pelita ilmu.”
(Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I hal 6)
(Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Auliya’ dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilya Jilid I hal 6)
3. Mereka bertakwa kepada Allah.
Allah swt berfirman:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”
Abul Hasan As Sadzili pernah berkata:
“Tanda-tanda kewalian seseorang adalah redha dengan qadha, sabar dengan cubaan, bertawakkal dan kembali kepada Allah ketika ditimpa bencana.”
4. Mereka saling menyayangi dengan sesamanya.
Dari Umar Ibnul Khattab ra, ia berkata:
“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebahagian hamba Allah ada orang-orang yang tidak tergolong dalam golongan para nabi dan para syahid, tetapi kedua golongan ini ingin mendapatkan kedudukan seperti kedudukan mereka di sisi Allah.”
Tanya seorang: “Wahai Rasulullah, siapakah mereka dan apa amal-amal mereka?” Sabda beliau: “Mereka adalah orang-orang yang saling kasih sayang dengan sesamanya, meskipun tidak ada hubungan darah mahupun harta di antara mereka. Demi Allah, wajah mereka memancarkan cahaya, mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak akan takut dan susah.” Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah yang ertinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”
(Hadis riwayat Nasa’i, Al Bazzar dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilyah jilid I hal 6)
(Surah Yunus: 62 – 64)
(Hadis riwayat Al Mafakhiril ‘Aliyah hal 104)
5. Mereka selalu sabar, wara’ dan berbudi pekerti yang baik.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahawa Rasulullah saw bersabda:
“Ada tiga sifat yang jika dimiliki oleh seorang, maka ia akan menjadi wali Allah, iaitu: pandai mengendalikan perasaannya di saat marah, wara’ dan berbudi luhur kepada orang lain.”
Rasulullah saw bersabda: "Wahai Abu Hurairah, berjalanlah engkau seperti segolongan orang yang tidak takut ketika manusia ketakutan di hari kiamat. Mereka tidak takut siksa api neraka ketika manusia takut."
(Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I, hal 5)
"Mereka menempuh perjalanan yang berat sampai mereka menempati tingkatan para nabi. Mereka suka berlapar, berpakaian sederhana dan haus, meskipun mereka mampu. Mereka lakukan semua itu demi mendapatkan redha Allah. Mereka tinggalkan rezeki yang halal kerana akan amanahnya. Mereka bersahabat dengan dunia hanya dengan badan mereka, tetapi mereka tidak tertipu oleh dunia."
"Ibadah mereka menjadikan para malaikat dan para nabi sangat kagum. Sungguh amat beruntung mereka, alangkah senangnya jika aku dapat bertemu dengan mereka.” Kemudian Rasulullah saw menangis kerana rindu kepada mereka. Dan beliau bersabda: “Jika Allah hendak menyiksa penduduk bumi, kemudian Dia melihat mereka, maka Allah akan menjauhkan siksaNya. Wahai Abu Hurairah, hendaknya engkau menempuh jalan mereka, sebab siapa pun yang menyimpang dari penjalanan mereka, maka ia akan mendapati siksa yang berat."
6. Mereka selalu terhindar ketika ada bencana.
Dari Ibnu Umar ra, katanya:
Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang diberi makan dengan rahmatNya dan diberi hidup dalam afiyahNya, jika Allah mematikan mereka, maka mereka akan dimasukkan ke dalam syurgaNya. Segala bencana yang tiba akan lenyap secepatnya di hadapan mereka, seperti lewatnya malam hari di hadapan mereka, dan mereka tidak terkena sedikit pun oleh bencana yang datang.”
(Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Al Auliya’)
(Hadis riwayat Abu Hu’aim dalam kitab Al Hilya)
(Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I hal 6)
7. Hati mereka selalu terkait kepada Allah.
Imam Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakha’i:
"Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya. Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan di manakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka."
"Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para da’i kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka."
8. Mereka senang bermunajat di akhir malam.
Imam Ghazali menyebutkan:
Allah pernah memberi ilham kepada para siddiq: “Sesungguhnya ada hamba-hambaKu yang mencintaiKu dan selalu merindukan Aku dan Aku pun demikian. Mereka suka mengingatiKu dan memandangKu dan Aku pun demikian. Jika engkau menempuh jalan mereka, maka Aku mencintaimu. Sebaliknya, jika engkau berpaling dari jalan mereka, maka Aku murka kepadamu.”
Tanya seorang siddiq: “Ya Allah, apa tanda-tanda mereka?” Firman Allah: “Di siang hari mereka selalu menaungi diri mereka, seperti seorang pengembala yang menaungi kambingnya dengan penuh kasih sayang, mereka merindukan terbenamnya matahari, seperti burung merindukan sarangnya. Jika malam hari telah tiba tempat tidur telah diisi oleh orang-orang yang tidur dan setiap kekasih telah bercinta dengan kekasihnya, maka mereka berdiri tegak dalam solatnya. Mereka merendahkan dahi-dahi mereka ketika bersujud, mereka bermunajat, menjerit, menangis, mengadu dan memohon kepadaKu. Mereka berdiri, duduk, ruku’, sujud untukKu. Mereka rindu dengan kasih sayangKu.
Mereka Aku beri tiga kurniaan: Pertama, mereka Aku beri cahayaKu di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat menyampaikan ajaranKu kepada manusia. Kedua, andai kata langit dan bumi dan seluruh isinya ditimbang dengan mereka, maka mereka lebih unggul dari keduanya. Ketiga, Aku hadapkan wajahKu kepada mereka. Kiranya engkau akan tahu, apa yang akan Aku berikan kepada mereka?”
(Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal 80)
(Ihya’ Ulumuddin jilid IV hal 324 dan Jilid I hal 358)
9. Mereka suka menangis dan mengingat Allah.
‘Iyadz ibnu Ghanam menuturkan bahawa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Malaikat memberitahu kepadaku: "Sebaik-baik umatku berada di tingkatan-tingkatan tinggi. Mereka suka tertawa secara terang, jika mendapat nikmat dan rahmat dari Allah, tetapi mereka suka menangis secara rahsia, kerana mereka takut mendapat siksa dari Allah. Mereka suka mengingat Tuhannya di waktu pagi dan petang di rumah-rumah Tuhannya."
"Mereka suka berdoa dengan penuh harapan dan ketakutan. Mereka suka memohon dengan tangan mereka ke atas dan ke bawah. Hati mereka selalu merindukan Allah. Mereka suka memberi perhatian kepada manusia, meskipun mereka tidak dipedulikan orang. Mereka berjalan di muka bumi dengan rendah hati, tidak bongkak, tidak bersikap bodoh dan selalu berjalan dengan tenang. Mereka suka berpakaian sederhana. Mereka suka mengikuti nasihat dan petunjuk Al Qur’an. Mereka suka membaca Al Qur’an dan suka berkorban. Allah suka memandangi mereka dengan kasih sayangNya."
Mereka suka membahagikan nikmat Allah kepada sesama mereka dan suka memikirkan negeri-negeri yang lain. Jasad mereka di bumi, tapi pandangan mereka ke atas. Kaki mereka di tanah, tetapi hati mereka di langit. Jiwa mereka di bumi, tetapi hati mereka di Arasy. Roh mereka di dunia, tetapi akal mereka di akhirat. Mereka hanya memikirkan kesenangan akhirat. Dunia dinilai sebagai kubur bagi mereka. Kubur mereka di dunia, tetapi kedudukan mereka di sisi Allah sangat tinggi. Kemudian beliau menyebutkan firman Allah yang ertinya: “Kedudukan yang setinggi itu adalah untuk orang-orang yang takut kepada hadiratKu dan yang takut kepada ancamanKu.”
10. Jika mereka berkeinginan, maka Allah memenuhinya.
Dari Anas ibnu Malik ra berkata:
Rasulullah saw bersabda:
“Berapa banyak manusia lemah dan buruk yang selalu dihina orang, tetapi jika ia berkeinginan, maka Allah memenuhinya, dan Al Barra’ ibnu Malik, salah seorang di antara mereka.”
Ketika Barra’ memerangi kaum musyrikin, para sahabat: berkata: “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Andai kata Barra’ berdoa, pasti akan terkabul. Oleh kerana itu, berdoalah untuk kami.” Maka Barra’ berdoa, sehingga kami diberi kemenangan.
Di medan peperangan Sus, Barra’ berdo’a: “Ya Allah, aku mohon, berilah kemenangan kaum Muslimin dan temukanlah aku dengan NabiMu.” Maka kaum Muslimin diberi kemenangan dan Barra’ gugur sebagai syahid.
(Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Hilya jilid 1 hal 16)
11. Keyakinan mereka dapat menggoncangkan gunung.
Abdullah ibnu Mas’ud pernah menuturkan:
Pada suatu waktu ia pernah membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan”, pada telinga seorang yang pengsan. Maka dengan izin Allah, orang itu segera sedar, sehingga Rasulullah saw bertanya kepadanya: “Apa yang engkau baca di telinga orang itu?” Kata Abdullah: Aku tadi membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan” sampai akhir surah. Maka Rasulullah saw bersabda: “Andai kata seseorang yakin akan kemujarabannya dan ia membacakannya kepada suatu gunung, pasti gunung itu akan hancur.”
(Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Al Hilya jilid I hal 7)

Solat orang makrifat

Solat orang makrifat itu solat yang tak putus ,solat orang makrifat bukan terletak pada afaal . Tetapi solatnya dari hati yang sentiasa berhubung dengan Allah tak pernah putus. Kerana itu bagi orang makrifat tenggah berjalan ,berlari,duduk ,berbaring atau apa jua keadaan tetap solat .
Firman Allah :
Jika kamu takut ,maka (solat)berjalan kaki atau berkenderaan , apabila kamu telah aman, maka ingatlah akan Allah , sebagaimana dia telah mengajarkan kepadamu apa apa yang tiada kamu ketahui.(Al Baqarah ayat 239)
Dari ayat itu kita dapat faham bahawa hanya solat bagi ahli makrifat boleh laksana dalam apa jua keadaan,jika solat afaal mana mungkin boleh dilaksanakan dengan cara berlari. Maka renungkanlah wahai ahli makrifat sesungguhnya apa jua keadaan hubungan dengan Allah tak boleh terhenti atas waktu sebagaimana solat afal .(bukan ahli jangan menyibuk)

Saturday, 23 September 2017

WAJAH MU ADALAH WAJAH KU

WAJAH MU ADALAH WAJAH KU
Bahawa seorang lelaki memukul ia akan hambanya, maka menegah akan dia oleh Nabi S.A.W. dan bersabda ia "Bahawasanya Allah S.W.T. menjadikan ia akan Bani Adam atas rupaNya."
Hadis riwayat Ahmad, Bukhari & Muslim
Nabi S.A.W. bersabda "maka apabila membunuh oleh seorang kamu akan saudaranya, maka hendaklah menjauh ia akan mukanya. Maka bahawa Allah S.W.T. menjadikan ia akan Adam itu atas rupaNya."
Hadis riwayat Muslim

baris

http://www.dharian.com/nodes/1647?r=4249