3 TAHAP PEMBERSIHAN HATI
'Perspektif Tasawuf'
'Perspektif Tasawuf'
Dalam rangkaian cara pembersihan hati, Para Sufi menetapkan dengan 3 tahap iaitu TAKHALLI, TAHALLI dan TAJALLI.
TAKHALLI, sebagai tahap pertama dalam mengurus hati, adalah membersihkan hati dari keterikatan pada dunia.
Hati, sebagai langkah pertama, harus dikosongkan. Ia disyaratkan terbebas dari kecintaan terhadap dunia, anak, isteri, harta dan segala keinginan duniawi.
Dunia dan isinya, oleh Para Sufi, dipandang rendah. Ia bukan hakikat tujuan manusia. Manakala kita meninggalkan dunia ini, harta akan sirna dan lenyap. Hati yang sibuk pada dunia, saat ditinggalkannya, akan dihinggapi kesedihan, kekecewaan, kepedihan dan penderitaan. Untuk melepaskan diri dari segala bentuk kesedihan, lanjut Para Sufi, seorang manusia harus terlebih dulu melepaskan hatinya dari kecintaan pada dunia.
TAHALLI, sebagai tahap kedua berikutnya, adalah upaya pengisian hati yang telah dikosongkan dengan isi yang lain, iaitu Allah.
Pada tahap ini, hati harus selalu disibukkan dengan zikir (mengingat Allah). Dengan mengingat Allah, melepaskan selain-Nya, akan mendatangkan kedamaian. Tidak ada yang ditakutkan selain lepasnya Allah dari dalam hatinya.
Hilangnya dunia, bagi hati yang telah tahalli, tidak akan mengecewakan. Waktunya sibuk hanya untuk Allah, bersenandung dalam zikir. Pada saat tahalli, lantaran kesibukan dengan mengingat dan berzikir kepada Allah dalam hatinya, anggota tubuh lainnya tergerak dengan sendirinya ikut bersenandung zikir. Lidahnya basah dengan lafaz kebesaran Allah yang tidak henti hentinya didengungkan setiap saat. Tangannya berzikir untuk kebesaran Tuhannya dalam berbuat. Begitu pula, mata, kaki, dan anggota tubuh yang lain.
Pada tahap ini, hati akan merasai ketenangan. Kegelisahannya bukan lagi pada dunia yang menipu. Kesedihannya bukan pada anak dan isteri yang tidak akan menyertai kita saat maut menjemput. Kepedihannya bukan pada syahwat badani yang seringkali memerosokkan pada nafsu kebinatangan. Tetapi hanya kepada Allah. Hatinya sedih jika tidak mengingat Allah dalam setiap desahan nafas.
Setelah tahap pengosongan dan pengisian, sebagai tahap ketiga adalah TAJALLI. Iaitu, tahap di mana kebahagian sejati telah datang. Ia lenyap dalam Wilayah Jalla Jalaluh, Allah subhanahu wataala. Ia lebur bersama Allah dalam kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan. Ia bahagia dalam keredhaan-Nya.
Pada tahap ini, Para Sufi menyebutnya sebagai makrifah, orang yang sempurna sebagai manusia luhur.
Syeikh Abdul Qadir Al Jailani menyebutnya sebagai Insan Kamil, manusia sempurna. Ia bukan lagi haiwan, tapi seorang Malaikat yang berbadan manusia. Rohaninya telah mencapai ketinggian kebahagiaan. Tradisi Sufi menyebut orang yang telah masuk pada tahap ketiga ini sebagai Waliyullah, Kekasih Allah. Orang-orang yang telah memasuki tahap Tajalli ini, ia telah mencapai darjat tertinggi kerohanian manusia.
Darjat ini, kata Para Ulama, pernah dilalui oleh misalnya, Hasan Al Basri, Imam Junaid Al Baghdadi, Sirri Singkiti, Imam Al Ghazali, Rabiah Al Adawiyah, Ma’ruf Al Karkhi, Imam Al Qusyairi, Ibrahim Adham, Abu Nasr Sarraj, Abu Bakar Kalabadzi, Abu Thalib Makki, Sayyid Ali Hujwiri, Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, dan lain lainnya.
Pada tahap inilah hakikat hidup dapat ditemui, iaitu ‘kebahagiaan sejati’.
No comments:
Post a Comment