Sunday, 15 November 2015
Tasawuf&tazkirah
Fana tubuh dan fana roh, maka wasil ia kepada Allah. Tubuh dan roh adalah hijab Allah, nyata bagi orang yg dibuka hijab oleh Allah, Dia Yg Zahir dan Yg Batin. Bagaimana engkau dapat memandang Allah padahal hatimu dipenuhi oleh makhluk, nafikan segala sesuatu selain Allah dan isbatkanlah kepada Allah. Kasih kerana Allah dan marah kerana Allah, bunuhlah ego dirimu untuk menuju Tuhan. Aku yg tiada dalam diriku!
- KALAM QADIM
Sibuklah hatimu dengan Allah, keluarlah daripada penjara nafsumu dan masuklah dalam penjara Tuhanmu, selain Allah tidak dapat menolongmu! Sucikanlah hatimu segera daripada dosa-dosa dan kelalaian menuju Tuhan sebelum terlambat, usiamu hanya tinggal sisa-sisanya sahaja!
- KALAM QADIM
JAGA ADABMU DI HADAPAN ALLAH
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Setiap bejana berbekas basah karena air yang ada di dalamnya. Amal-amalmu adalah cermin keyakinan. Lahiriahmu adalah cermin batiniahmu. Oleh karena itu, sebagian ulama mengatakan, ‘lahir adalah pertanda batin.’
Bagaimana mungkin hatimu mencintai dunia sekaligus akhirat? Bagaimana mungkin di dalam hati bersatu Khalik dan makhluk sekaligus? Bagaimana mungkin hal itu bersatu dalam satu keadaan dan satu hati? Ingatlah kata Nabi, ‘Dusta itu menjauhkan keimanan.’ Sampai kapan engkau memakmurkan dunia dan menghancurkan akhiratmu? Sesungguhnya tiap manusia hanya memiliki satu hati.
Maka, kenalilah Tuhanmu dan beradab baiklah di hadapan-Nya. Jika hatimu jauh dari-Nya, berarti adabmu buruk kepada-Nya. Sebaliknya, jika dekat dengan-Nya, berarti baiklah adabmu kepada-Nya.
Batin selalu terlihat oleh Allah SWT dan oleh orang-orang khusus dari hamba-hamaba-Nya. Jika ada salah satu dari mereka, maka bersopan-santulah di hadapannya. Maka, bertobatlah sebelum engkau bertemu dengan mereka. Rendahkan dirimu dan bertawadhulah di hadapan mereka. Sebab, jika engkau bertawadhu di depan orang-orang yang shaleh, maka sesungguhnya engkau telah bersikap tawadhu terhadap Allah, dan Dia pasti akan mengangkat derajatmu. Perbaikilah adabmu di depan orang yang lebih tua darimu. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Keberkahan terletak pada orang-orang tua di antara kalian.”
Takwa adalah melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, serta mengikatkan diri dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Jika tidak, berarti engkau termasuk orang tua yang tidak layak dihormati dan disalami, serta tidak akan berkah dalam pikiranmu. Orang-orang tua yang berkah adalah mereka yang shaleh, wara’, mengamalkan ilmunya, ikhlas dalam beramal. Orang-orang tua (para syekh) adalah mereka yang suci batinnya dan senantiasa berpaling dari selain Diri-Nya. Para syekh adalah mereka yang hatinya selalu makrifat kepada Allah dan dekat dengan Allah. Setiap kali pengetahuan kalbunya bertambah, maka semakin dekatlah mereka dengan-Nya.
Setiap hati yang di dalamnya terdapat kecintaan kepada dunia, akan terhijab dari Allah. Sementara, setiap hati yang di dalamnya terdapat kecintaan pada akhirat akan terhijab oleh kedekatan dengan Allah. Sebesar kerinduanmu kepada dunia, sebesar itu pula berkurangnya kerinduanmu kepada akhirat. Sebesar kerinduanmu kepada akhirat, sebesar itu pula berkurangnya cintamu kepada Allah. Karena itu, sebagian ulama mengatakan, ‘Barangsiapa tidak mengetahui kadarnya, takdir akan mengenalkan pada kadarnya.”
---Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Al-Fathu ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani
Imam Al-Junaed rahimahullah mengatakan, “Perjalan dari dunia ke akhirat merupakan anak panah yang ringan bagi seorang Mukmin. Hal yang berat adalah mengabaikan makhluk dan bersimpuh di sisi Al-Haqq. Lebih berat lagi, perjalanan dari nafsu diri menuju kepada Allah. Namun, hal yang terberat adalah sabar bersama Allah.” Imam Al-Junaed juga mengatakan, “Sabar adalah menelan kepahitan tanpa bermuka masam.”
--Dikutip dari kitab Al-Ghunyah Lithalibi Thariq Al-Haqq, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment