Sunday, 15 November 2015

Tasawuf fana


MEMAHAMI TANDA-TANDA FANA

“Orang yang arif bukanlah orang yang jika menuturkan kiasan (isyarat/tanda), merasa Tuhan lebih dekat kepada dirinya ketimbang kiasannya. Tetapi, orang arif adalah orang yang tidak memiliki kiasan karena kefanaanya dalam wujud-Nya dan karena kekhusyukannya dalam penyaksian terhadap-Nya.”
--Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitab Al-Hikam

Sahabatku, makrifatullah adalah suatu keadaan terserap ke dalam Dzat-Nya tanpa meniadakan perbuatan-perbuatan dan sifat-sifat-Nya. Tahapan makrifat berhubungan dengan pengakuan atas keesaan dan kekekalan-Nya hingga mengakui sifat kefanaan dan kepalsuan yang selain-Nya. Seseorang yang arif hidup dan merasakan (pengalaman) dengan cahaya Allah sehingga dia menemukan Al-Haqq. Baginya, amat sulit menjelaskan tentang pengalaman kefanaanya kepada orang lain, karena dia tenggelam dalam kekhusyukan dan penyaksian terhadap-Nya. Siapa yang tidak sampai kepada-Nya, maka ia harus melihat tanda-tanda, bukannya hidup dalam tanda-tanda tersebut. Demikian penjelasan menurut Syekh Fadhlalla Haeri.
Pikir-pikirkanlah, renung-renungkanlah!

No comments:

Post a Comment