Perhatikan hadis berikut,
عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ
“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 )
Lojik akal !!! Tak munasabah Umar merungut2 depan hajar aswad berkata dia tidak akan cium hajar aswad sekiranya dia tidak lihat Nabi cium hajar aswad.
Kalau dia tak suka cium hajar aswad tentulah dia sudah minta penjelasan daripada Nabi pada waktu dia melihat nabi mencium hajar aswad. Oleh itu hadis itu palsu.
Mencium atau melambai2 hajar aswad sama dengan sembah batu.


No comments:
Post a Comment