Tuesday, 14 April 2015

Tasawuf


" Tingkatan Ilmu "


menurut Shal At-Tustury r.a. Menurut Para Alim Ulama Ilmu itu ada 3 bagian :


1. Ilmu Zohir adalah ilmu
yang seharusnya
disampaikan kepada ahli
zahir.


2. Ilmu Batin, tidak
seharusnya disampaikan
kecuali kepada ahlinya.


3. Ilmu Antaranya dengan
Allah, yang tidak
seorangpun yang dapat menzahirkannya.


Untuk semua itu maka
Rasulullah bersabda:
"Kamu berbicara kepada manusia yang belum sampai tingkat kecerdasannya,apakah kamu dalam hal ini ingin agar mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya ?".


Berkata Abu Hurairah r.a.
tentang Hadis Rasulullah,yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari r.a :
"Aku menghafalkan dua
macam ilmu dari Rasulullah
s.a.w. Adapun satu diantaranya kuterangkan, tetapi yang satu macam lagi
kalau kuterangkan akan dipotong orang leherku".


Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib
k.w. berkata: "Ya Tuhanku, andai kata
kutunjukkan permata ilmuku, dikatakan orang aku termasuk orang-orang
penyembah berhala. Laki-laki muslim menghalalkan darahku, mereka
menyangka apa yang kutunjukkan itu adalah yang paling jelek, dan apa
yang mereka perbuat itu adalah yang paling baik.


Ketahuilah olehmu,bahwa ilmu yang dikemukakan dalam risalah ini adalah suatu ilmu rahasia yang halus dan dalam.
Jarang yang dapat memahaminya kecuali
Ulama-ulama yang dalam pengertiannya (rasikh) yaitu mereka yang telah
mendapatkan cahaya pada kata-katanya, suatu rahasia yang diriwayatkan dari
para Nabi dan Awliya.


Selain itu, mereka yaitu para Ulama yang rasikh itu benar-benar mengamalkan
apa yang diamalkan oleh para Nabi dan para Awliya.Mereka telah mendapatkan "khashais" (beberapa keistimewaan) karena mengamalkan apa yang
mereka ketahui.


Allah berfirman: "Begitulah beberapa contoh dan misal yang kami
kemukakan kepada manusia, namun tidak ada yang dapat memahaminya
kecuali orang-orang yang Alim".


Rasulullah s.a.w bersabda:
"Kami para Nabi-Nabi, Allah perintah kami untuk berbicara kepada manusia,
menurut tingkat kecerdasan mereka
(manusia)". "Apapun yang dibicarakan
seseorang kepada suatu kaum, dengan pembicaraan yang tingkat kecerdasan
mereka tidak mampu untuk memahaminya,hanya akan menimbulkan
fitnah terhadap mereka".
"Sesungguhnya ada sebagian ilmu itu laksana mutiara yang tersembunyi,
tak ada yang tahu kecuali orang yang Alim Billah".


Orang yang Alim Billah itu ialah yang mengenal Zat Allah, Sifat-sifat-Nya dan
Asma-Nya serta Ap'al-Nya.Allah menyertai ilmunya dan mereka amalkan dengan tekun apa yang mereka ketahui tanpa cacat. Imam Ghazali r.a. menjelaskan di dalam Ihya 'Ulumuddin: "Larangan
dimaksud berhubung sulit dan sukarnya faham". Hadis selanjutnya menegaskan: "Kelebihan Abubakar dari padamu, bukanlah karena banyak sembahyang dan
banyak puasa, tetapi kelebihan itu karena suatu rahasia yang terletak di dadanya/hatinya".
- Hadis Banyak yang menyangka
dan berpendapat bahwa mempelajari Tasawuf- ketuhanan ini, haruslah
sudah matang dalam hal-hal
syariat, mendalam Ilmu Fiqihnya, harus tahu segala hukum secara terperinci
(tafshili). Katanya janganlah kita berikan ilmu rahasia ini kepada yang selain itu. Akhirnya banyak pengajian dalam hal ilmu ini secara sembunyi-sembuny.
Manusia ingin mencari kepuasan batin dengan mencari ilmu kearah itu, akan tetapi bila diberati dengan bermacam syarat dan ketentuan yang dirasa
sulit untuk dilaksanakan akhirnya, mereka mundur teratur. Guru-guru saya dan saya
sendiri tidak berpendapat, bahwa untuk menuntut ilmu ini harus serba lengkap
dengan ilmu-ilmu yang lain. Pengertian yang dikatakan "ahlinya" ialah orang-orang
yang memiliki kecerdasan dan intelejensia untuk dapat memahami
permasalahannya, dan ada kegairahan untuk mendalami masalah kebatinan. Tentu saja mereka sudah harus
mengerti mana yang baik dan mana yang buruk, meskipun pengertian mereka secara "ijmali" (global = jumlah).
Sebagai seorang muslim, mereka tentu mengerti dan mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat, puasa dan sebagainya yang mereka laksanakan. Kalau sekiranya dipakai sepanjang pendapat yang
pertama, dimana harus mendalami syareat, ilmu fiqih, dan lain-lain secara
terperinci, apakah hal tersebut mungkin
dilakukan, sedang waktu mencurahkan perhatian kepada masalah itu memerlukan waktu yang panjang. Bagaimana kalau habis umur ?

No comments:

Post a Comment