KISAH SEEKOR SIMURGH:
Simbol Tuhan Dalam Diri
Simbol Tuhan Dalam Diri
________________________________________
Simurgh adalah Raja Burung dalam mitologi bangsa Parsi. Simurgh banyak dijadikan sebagai simbol Tuhan dalam diri oleh kaum Sufi. Kisah tentang Simurgh menjadi terkenal ketika Fariduddin Attar menukilkan di dalam karyanya yang termasyhur iaitu, "Manthiquth Thayr" (Musyawarah Burung).
Simurgh adalah Raja Burung dalam mitologi bangsa Parsi. Simurgh banyak dijadikan sebagai simbol Tuhan dalam diri oleh kaum Sufi. Kisah tentang Simurgh menjadi terkenal ketika Fariduddin Attar menukilkan di dalam karyanya yang termasyhur iaitu, "Manthiquth Thayr" (Musyawarah Burung).
________________________________________
Dikisahkan, segala burung di dunia berkumpul dalam satu tempat untuk membahas tentang sebuah pertanyaan yang besar: “Siapakah Raja Mereka?” Mereka merasa jika belum berjumpa dengan Sang Raja, maka hidup mereka tidaklah bererti. Lalu, ada seekor burung bernama Hudhud, yang paling bijak di antara mereka, berkata bahwa mereka mempunyai raja sejati.
Dikisahkan, segala burung di dunia berkumpul dalam satu tempat untuk membahas tentang sebuah pertanyaan yang besar: “Siapakah Raja Mereka?” Mereka merasa jika belum berjumpa dengan Sang Raja, maka hidup mereka tidaklah bererti. Lalu, ada seekor burung bernama Hudhud, yang paling bijak di antara mereka, berkata bahwa mereka mempunyai raja sejati.
________________________________________
Sang raja ini tinggal jauh di sebalik banjaran Pergunungan Qaaf. Ribuan daratan dan lautan terbentang sepanjang perjalanan untuk menuju ke istana-Nya. Namanya Simurgh. Hudhud berkata ia mengenal sang raja dengan baik, tetapi ia tidak bisa terbang sendiri untuk menemuinya.
Sang raja ini tinggal jauh di sebalik banjaran Pergunungan Qaaf. Ribuan daratan dan lautan terbentang sepanjang perjalanan untuk menuju ke istana-Nya. Namanya Simurgh. Hudhud berkata ia mengenal sang raja dengan baik, tetapi ia tidak bisa terbang sendiri untuk menemuinya.
________________________________________
Lalu Ia pun meminta teman-temannya untuk membebaskan diri dari sifat malu, sombong, dan ingkar. Simurgh pasti akan melimpahkan cahaya bagi mereka yang sanggup untuk melepaskan belenggu diri. Mereka yang demikian akan terbebas dari baik dan buruk kerana mereka berada di jalan Sang Kekasih. Sesungguhnya Simurgh dekat dengan mereka, tetapi merekalah yang jauh dari-Nya.
Lalu Ia pun meminta teman-temannya untuk membebaskan diri dari sifat malu, sombong, dan ingkar. Simurgh pasti akan melimpahkan cahaya bagi mereka yang sanggup untuk melepaskan belenggu diri. Mereka yang demikian akan terbebas dari baik dan buruk kerana mereka berada di jalan Sang Kekasih. Sesungguhnya Simurgh dekat dengan mereka, tetapi merekalah yang jauh dari-Nya.
________________________________________
Perjalanan menuju Simurgh sangat luar biasa beratnya. Hanya sedikit sahaja yang mampu bertahan. Yang lainnya memilih untuk mundur dan kembali ke rumah mereka yang aman dan nyaman. Mereka yang mampu tiba di beranda istana Simurgh hanya sedikit sekali bilangannya. Keadaan mereka pula begitu menyedihkan.
Perjalanan menuju Simurgh sangat luar biasa beratnya. Hanya sedikit sahaja yang mampu bertahan. Yang lainnya memilih untuk mundur dan kembali ke rumah mereka yang aman dan nyaman. Mereka yang mampu tiba di beranda istana Simurgh hanya sedikit sekali bilangannya. Keadaan mereka pula begitu menyedihkan.
________________________________________
Seluruh bulu di tubuh mereka gugur tidak bersisa. Dari mana sekali pun burung itu berasal, mereka pasti bertelanjang bulat di istana Sang Raja, tanpa membawa bekal apa-apa. Hanyalah kerinduan dan rasa cinta yang membara untuk bertemu dengan Sang Raja yang tersisa dalam diri mereka.
Seluruh bulu di tubuh mereka gugur tidak bersisa. Dari mana sekali pun burung itu berasal, mereka pasti bertelanjang bulat di istana Sang Raja, tanpa membawa bekal apa-apa. Hanyalah kerinduan dan rasa cinta yang membara untuk bertemu dengan Sang Raja yang tersisa dalam diri mereka.
________________________________________
Di beranda istana, terdengar suara sayup-sayup menyapa mereka dari dalam, “Salamun Qaulam Min Rabbir Rahim (Salam dari Tuhan Yang Maha Penyayang)”. Mereka pun lalu masuk bersama-sama. Kemudian terbukalah ribuan hijab satu demi satu di hadapan mereka. Mata mereka terkesima apabila memandang akan keindahan yang amat mempesona, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Di beranda istana, terdengar suara sayup-sayup menyapa mereka dari dalam, “Salamun Qaulam Min Rabbir Rahim (Salam dari Tuhan Yang Maha Penyayang)”. Mereka pun lalu masuk bersama-sama. Kemudian terbukalah ribuan hijab satu demi satu di hadapan mereka. Mata mereka terkesima apabila memandang akan keindahan yang amat mempesona, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
________________________________________
Ketika seluruh hijab tersingkap, ternyata yang dijumpai adalah wujud diri mereka sendiri. Burung-burung itu pun saling bertanya dan merasa terkejut sekali, “Bagaimana aku sudah berada di sini?” Mereka berasa seolah-olah berada di depan cermin Maha Besar sehingga yang terlihat hanyalah wujud diri mereka itu sendiri.
Ketika seluruh hijab tersingkap, ternyata yang dijumpai adalah wujud diri mereka sendiri. Burung-burung itu pun saling bertanya dan merasa terkejut sekali, “Bagaimana aku sudah berada di sini?” Mereka berasa seolah-olah berada di depan cermin Maha Besar sehingga yang terlihat hanyalah wujud diri mereka itu sendiri.
________________________________________
Lalu terdengar suara lembut, “Mahligai Simurgh ibarat cermin. Siapa pun yang sampai pada mahligai ini, maka ia tidak akan melihat wujud selain wujud diri sendiri. Perjumpaan ini di luar daripada angan-angan dan akal fikiranmu, ianya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, namun hanya dapat dirasakan dengan rasa. Kerana itu, engkau harus keluar dari dirimu agar engkau menjadi Manusia Sempurna.”
Lalu terdengar suara lembut, “Mahligai Simurgh ibarat cermin. Siapa pun yang sampai pada mahligai ini, maka ia tidak akan melihat wujud selain wujud diri sendiri. Perjumpaan ini di luar daripada angan-angan dan akal fikiranmu, ianya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, namun hanya dapat dirasakan dengan rasa. Kerana itu, engkau harus keluar dari dirimu agar engkau menjadi Manusia Sempurna.”
________________________________________
Akhirnya, mereka pun memahami akan hakikat diri mereka setelah melewati tahap Fana Fillah (Fana dalam Tuhan) sehingga mencapai puncak Baqa Billah (Kekal bersama Tuhan).
Akhirnya, mereka pun memahami akan hakikat diri mereka setelah melewati tahap Fana Fillah (Fana dalam Tuhan) sehingga mencapai puncak Baqa Billah (Kekal bersama Tuhan).
No comments:
Post a Comment